Skip to content

Analisis Kompetitor Instagram: Bandingin Follower Dua Akun Berdampingan

Dua akun dengan jumlah follower yang sama bisa berbagi hampir semua audiens atau hampir nggak ada. Ini cara bandingin dua audiens Instagram, baca irisannya, dan ngubah akun yang follow mereka tapi nggak follow kamu jadi list prospek beneran.

Diterbitkan oleh Gramlens Team11 menit baca
Analisis Kompetitor Instagram: Bandingin Follower Dua Akun Berdampingan

Dua barbershop di kota yang sama, 8.240 follower dan 8.120 follower. Di halaman profil mereka kelihatan kayak bisnis yang sama di tahap yang sama. Padahal nggak: yang satu berbagi 14 follower sama kamu dan yang satunya berbagi 900, dan dua situasi itu nuntut keputusan yang bener-bener berlawanan — yang satu kolaborator, yang satunya kompetitor buat ruangan yang sama.

Jumlah follower nggak bisa ngasih tahu mana yang mana. List follower-nya bisa. Panduan ini bahas gimana cara bandingin audiens dua akun Instagram, tiap bagian dari hasilnya sebenernya berguna buat apa, dan batasan jujurnya — termasuk yang bikin ini bukan tombol ajaib buat nyari prospek.

Kenapa irisan audiens itu angka yang penting

Kebanyakan analisis kompetitor di Instagram berhenti di metrik yang bisa kamu baca langsung dari halaman profil: jumlah follower, frekuensi posting, rata-rata like. Itu ngasih tahu seberapa besar seseorang dan kira-kira seberapa engaged audiensnya. Itu sama sekali nggak ngasih tahu apakah audiens mereka dan audiens kamu itu orang yang sama — padahal itu pertanyaan yang ada di bawah hampir tiap keputusan yang bakal kamu ambil pakai data ini.

  • Bayar influencer yang follower-nya udah follow kamu itu artinya beli jangkauan yang udah kamu punya.
  • Cross-promotion sama akun yang berbagi 90% audiens kamu itu cuma dua postingan ke ruangan yang sama.
  • Follower kompetitor yang belum pernah ketemu kamu itu hal paling mendekati list prospek berkualitas yang Instagram tawarin: mereka udah ngangkat tangan buat kategorinya, cuma belum buat kamu.

Ketiga pertanyaan itu operasinya sama persis — ambil dua list follower dan cari irisannya — dan nggak satu pun bisa dijawab dari luar halaman profil.

Yang Instagram kasih, dan di mana dia berhenti

Buka profil manapun dan Instagram bakal ngasih kamu satu petunjuk: Diikuti oleh @seseorang, @orang_lain, dan 19 lainnya. Itu irisan antara list following kamu sama follower mereka, dipotong jadi satu angka dan beberapa nama.

Itu beneran berguna dan sama sekali nggak kepake dalam skala besar. Kamu nggak bisa lihat list lengkapnya, nggak bisa ekspor, dan itu cuma jawab satu arah dari pertanyaannya. Nggak ada layar manapun di app buat "follower gue yang mana yang juga follow akun ini", dan nggak ada API yang ngebuka itu. Buat dapet jawaban utuhnya, kamu butuh dua list itu sebagai data.

Bandingin dua akun, langkah demi langkah

Ekstensi Chrome Gramlens ngejalanin irisannya secara lokal di list yang udah kamu parse. Nggak ada apapun yang di-query langsung pas perbandingannya jalan, dan nggak ada password Instagram yang terlibat di titik manapun — dia baca lewat sesi di tab yang emang udah kamu buka.

1. Parse akun pertama

Buka profilnya di instagram.com, klik icon Gramlens, dan jalanin parse Followers. Ini jalan di akun publik manapun, dan di akun privat yang udah kamu follow. Ini nggak jalan di akun privat yang nggak kamu follow — ekstensinya lihat persis apa yang sesi kamu lihat, nggak lebih.

Hasilnya adalah snapshot bertanggal yang kesimpen ke History. Kalau kamu juga mau file-nya, run yang sama bisa diekspor ke CSV, Excel, atau JSON — cara ekspor follower Instagram ke CSV ngebahas sisi ekspornya secara lengkap.

2. Parse akun kedua

Hal yang sama di profil satunya. Ini langkah yang sering diremehin orang di akun besar: dua list dengan 8.000 follower itu bagian terberat dari seluruh kerjaannya, dan itu alasan kenapa batas parsing 500 record di plan gratis jadi kendala nyata buat fitur ini, bukan perbandingannya sendiri.

Tab History Gramlens yang ngelistin snapshot parse bertanggal buat beberapa akun beserta jumlah follower-nya
Dua akun harus ada dulu sebagai snapshot sebelum ada yang bisa dibandingin — History itu tempat mereka mendarat.

3. Pilih dua akunnya di Analyze

Buka tab Analyze (analisis), taruh satu akun di tiap slot perbandingan, terus jalanin. Tiap sisi milih sendiri jenis list dan tanggal snapshot-nya, dan ini layak dipikirin sebentar — artinya kamu nggak terbatas di follower-lawan-follower.

Dua akun Instagram dibandingin berdampingan di Gramlens dengan pemilih jenis list dan snapshot serta tiga tab hasil
Dua akun, dua list yang dipilih independen, dua tanggal snapshot — dan tiga tab hasil.

4. Baca tiga tab-nya

Hasilnya adalah operasi himpunan yang ditampilin sebagai tiga tab berangka, dan masing-masing jawab pertanyaan yang beda.

  • Hanya di @mereka (Only @them) — akun yang ada di audiens mereka dan nggak ada di audiens kamu. Ini list prospeknya.
  • Ikuti Keduanya (Follow both) — audiens yang kalian bagi bareng. Seberapa besar bagian dari kolaborasi yang sebenernya udah kamu punya duluan.
  • Hanya di @kamu (Only @you) — punya kamu doang. Apa yang beneran kamu bawa ke sebuah swap.
Tab Ikuti Keduanya di perbandingan akun Gramlens yang nunjukin akun yang follow dua profil sekaligus
Ikuti Keduanya itu pajak kolaborasinya: 14 akun di sini udah lihat dua-dua feed.

5. Coba perbandingan lintas jenis

Dua sisinya bisa disetel ke followers atau following, dan nyampur keduanya itu tempat pertanyaan-pertanyaan yang lebih menarik tinggal:

  • List following kamu vs follower mereka. Akun mana yang udah kamu follow yang ada di audiens mereka — peta perkenalan hangat sebelum kamu nawarin kolaborasi.
  • List following mereka vs follower mereka. Siapa yang mereka follow tapi nggak dibales follow. Ini audit non-follower, dijalanin di akun orang lain; mekanismenya sama kayak di cara lihat siapa yang tidak follow back.
  • Follower kamu vs follower mereka, lintas tanggal. Bandingin list mereka tiga bulan lalu sama list kamu hari ini dan kamu lagi ngukur ke arah mana traffic-nya bergerak.

Tiga cara orang beneran make ini

Nyaring influencer sebelum bayar

Yang selalu dijual itu jangkauan. Pertanyaan sesungguhnya adalah jangkauan tambahan — berapa banyak orang yang bakal lihat kamu yang selama ini belum lihat kamu. Bandingin follower mereka sama follower kamu terus lihat "Hanya di @mereka": angka itu, bukan jumlah follower mereka, yang nentuin nilai kolaborasinya. Akun dengan 40.000 follower dan 90% irisan sama kamu nilainya lebih kecil dari akun 6.000 follower yang irisannya nyaris nol.

Yang layak dicek barengan: audiens yang mencurigakan bulat isinya profil kosong tanpa avatar itu keliatan di list-nya sendiri. Kamu lagi lihat username aslinya, bukan skor kualitas yang udah dihitungin orang lain buat kamu.

Ngukur kompetitor

"Hanya di @mereka" itu hal paling mendekati list prospek yang ada di Instagram — orang yang follow bisnis yang persis kayak punya kamu dan belum pernah lihat kamu sama sekali. Ekspor list-nya, atau masukin ke kampanye outreach. Kalau kamu mau data kontak, bukan cuma handle, Deep Parse narik email publik, nomor telepon, website, dan kota dari tiap profil di list itu; cara ekstrak email dari follower Instagram ngebahas jalur yang itu.

Pasangannya juga penting. Kalau "Ikuti Keduanya" ternyata gede banget, kalian bukan lagi berebut audiens — audiensnya udah kalian bagi bareng, dan yang diperebutin itu perhatian di dalamnya, bukan jangkauan.

Ngerencanain cross-promotion

Di sini kamu justru mau irisan yang kecil, kebalikan dari kasus influencer. Tukeran shoutout sama akun yang berbagi 5% audiens kamu itu ngenalin kamu ke ruangan yang beneran baru. Di angka 70%, kalian berdua cuma posting ke orang yang sama dua kali terus nyebut itu growth. Sepuluh menit perbandingan nyelesaiin debat yang kalau nggak gitu bakal diselesaiin pakai feeling.

Batasannya, tanpa dibungkus

Tiap poin di bawah ini kendala nyata, bukan paragraf pemanis.

  • Dua akunnya harus di-parse dulu. Perbandingannya baca snapshot yang kamu simpen sendiri. Akun yang belum pernah kamu parse nggak muncul di pemilihnya, dan nggak ada cara buat bandingin sama akun yang nggak bisa kamu buka.
  • Cuma sebatas yang bisa dilihat sesi kamu. Akun publik, dan akun privat yang kamu follow. Nggak ada apapun di sini yang nembus setting privasi.
  • Batas parsing gratis itu plafon yang sebenernya. View perbandingannya sendiri masuk hitungan 50 view Analyze gratis per bulan, tapi parsing dibatasin 500 record per list di Free. Dua akun dengan follower ribuan artinya Plus.
  • Snapshot itu satu titik waktu. Bandingin list Januari sama list Juli itu ngukur irisannya dan enam bulan churn sekaligus. Kalau yang kamu tanyain irisannya, pakai snapshot yang diambil berdekatan.
  • Irisan itu fakta, bukan rekomendasi. Dua audiens yang bersentuhan nggak ngomong apa-apa soal apakah akun satunya layak diajak kerja bareng, atau apakah follower mereka bakal peduli sama kamu.

Dari analisis ke kampanye

List akun yang follow kompetitor dan nggak follow kamu itu hal paling bisa ditindaklanjuti di halaman ini, sekaligus cara tercepat bikin akun kena restriksi kalau kamu buru-buru. Follow beberapa ratus orang asing dalam satu sore itu tanda tangan klasik yang sistem Instagram emang disetel buat nangkep — angka aslinya ada di batas follow Instagram.

Kalau kamu emang mau ngerjain list-nya satu per satu, Gramlens bisa jalanin itu sebagai antrean bertempo: follow, like, atau komentar dengan jeda acak yang nggak pernah turun di bawah 20 detik, istirahat tiap beberapa puluh aksi, dan berhenti total begitu Instagram ngasih challenge pertama kali. Follow dan like di mode Aman (Safe) ada di semua plan; komentar, penargetan kata kunci, preset yang lebih cepat, dan filter audiens itu Pro. Mekanismenya ada di panduan Actions, dan lead generation Instagram untuk usaha kecil ngebahas apa yang harus dilakuin sama balasan yang masuk.

Atau lewatin otomasinya sama sekali dan ekspor aja list-nya. CSV berisi semua orang yang follow kompetitor terdekat kamu dan nggak follow kamu itu hasil kerja satu sore yang sangat layak, tanpa risiko akun sedikit pun.

Kalau yang kamu cari fiturnya sendiri, bukan alur kerjanya, halaman perbandingan akun punya versi singkatnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bisa nggak saya lihat follower yang sama dari dua akun Instagram?

Nggak lewat app-nya — baris Diikuti oleh … dan 19 lainnya itu sejauh-jauhnya Instagram mau ngasih, dan itu terpotong dan cuma satu arah. Buat dapet himpunan lengkapnya kamu butuh dua list follower sebagai data terus dicari irisannya. Gramlens ngelakuin itu di snapshot yang kamu parse sendiri dan ngembaliin tiga list: yang cuma punya akun pertama, yang cuma punya akun kedua, dan yang dibagi berdua.

Ada nggak tool gratis buat bandingin dua akun Instagram?

Plan Free Gramlens ngasih 50 view Analyze per bulan, dan satu perbandingan itu satu view. Yang ngiket sebenernya parsing, bukan perbandingannya: Free ngecover 500 record per list, jadi dua akun kecil jalan dari ujung ke ujung dan dua akun besar butuh Plus. Kebanyakan platform influencer marketing yang nawarin irisan audiens harganya jauh lebih mahal dan minta kamu nyerahin akun kamu.

Bisa nggak bandingin follower akun yang nggak saya follow?

Kalau akunnya publik, bisa — list follower publik bisa dibaca sama sesi manapun yang udah login, termasuk sesi kamu. Kalau privat dan kamu nggak follow, nggak bisa. Ekstensinya baca lewat sesi browser kamu sendiri, jadi aksesnya identik sama akses kamu dan nggak lebih dari itu.

Seakurat apa angka irisannya?

Persis akurat buat dua snapshot yang lagi dibandingin — irisan himpunan biasa atas akun yang emang ada di tiap list. Ketidakakuratan, kalau ada, datangnya dari input: parse yang kepotong batas plan sebelum selesai, atau dua snapshot yang diambil terpaut berminggu-minggu. Parse dua akunnya di sesi yang sama dan angkanya seakurat data Instagram sendiri pada momen itu.

Saya harus ngapain sama akun yang follow mereka tapi nggak follow saya?

Ada tiga opsi yang masuk akal. Ekspor list-nya dan perlakuin sebagai riset. Perkaya pakai Deep Parse buat dapet email publik dan website buat outreach di luar platform. Atau jalanin lewat kampanye follow bertempo — dengan sadar bahwa ini bagian yang risiko akunnya nyata, dan bahwa tempo jauh lebih penting daripada volume.

Irisan audiens bisa ngasih tahu apakah influencer layak dibayar?

Dia ngasih tahu satu hal yang nggak bisa dikasih jumlah follower: seberapa besar bagian dari jangkauan mereka yang bakal baru buat kamu. Itu penyebut dari biaya per impresi baru kamu. Dia nggak ngasih tahu apakah audiens mereka percaya sama mereka, apakah engagement-nya asli, atau apakah follower mereka peduli sama kategori kamu — kamu tetap harus lihat akunnya sendiri.


Catatan soal ketentuan: aksi otomatis melanggar Ketentuan Layanan Instagram, apapun tool yang menjalankannya. Membaca dan membandingkan list yang emang udah bisa dilihat sesi kamu sendiri itu bukan otomasi, tapi bertindak atas hasilnya dalam jumlah besar itu otomasi. Pengaturan tempo dan plafon menurunkan risiko blokir; keduanya nggak mengubah aturannya. Gramlens tidak berafiliasi dengan Instagram atau Meta.

TL;DR. Jumlah follower nyeritain ukuran; list follower nyeritain siapa. Parse dua akun pakai Gramlens, buka Analyze dan bandingin keduanya, dan kamu dapet tiga list: punya mereka doang, punya kamu doang, dan audiens yang kalian bagi bareng. Irisan kecil bikin kolaborasi layak dijalanin, irisan besar bikin itu buang-buang waktu, dan akun yang follow mereka tapi nggak follow kamu itu hal paling mendekati list prospek yang Instagram punya — asal kamu ngerjainnya di tempo yang nggak bikin kamu kena blokir.

Jelajahi fitur